di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tunjukkan perahu ke pangkuanku saja."
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia iseng sendiri.
Cintaku Jauh di Pulau
oleh si Binatang Jalang
Chairil Anwar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar