![]() |
Balkon gedung Grup Samuel |
Foto
Oleh Wienda Parwitasari
AGUS
B. Yanuar, Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen, menyambut kami
dengan hangat. Berbalut baju Changshan merah tua, pakaian tradisional
China, dia mengajak kami berkeliling kantor Grup Samuel.
Grup
ini menempati lantai dasar, mezzanine,
7, 8, 11, 16, 21, 25, 35, dan 36 di Menara Imperium, Kuningan,
Jakarta. Kantor
Samuel Aset Manajemen sebenarnya berada di lantai 25, tapi dalam
waktu dekat bakal pindah ke lantai dasar. Bisnis
Grup Samuel—yang didirikan pada 1992 oleh para eksekutif yang
pernah bekerja di Citibank N.A—ini
melebar,
tak hanya sekuritas dengan bendera PT Samuel Sekuritas Indonesia,
tapi juga manajemen investasi via Samuel Aset.
![]() |
Private room |
“Bisa dibilang grup
kami seperti supermarket finansial,” kata Agus, Senin sore (3/2). Samuel
Aset kini mengelola dana sekitar Rp3,6 triliun, terdiri dari reksa
dana Rp2,7 triliun dan sisanya kontrak pengelolaan dana (KPD). Tapi
jangan salah, meski bergerak di bidang keuangan dan investasi, kantor
grup ini tidak
hanya
dijejali
data Bloomberg, grafik-grafik, ruang rapat, dan ornamen serius lain.
Tempat kerja dengan karyawan sekitar 200 orang ini begitu masyuk,
terinspirasi gaya kantor Google Indonesia.
Paling
unik lantai 7 dengan luas total 2.000 meter persegi. Karyawan mana
yang tak betah di kantor dengan kolam renang sedalam 1,5 meter
beserta fasilitas pendukung, bioskop mini (home
theater),
fitness,
spa, pijat, dan salon, hingga ruang yoga dan pilates
ini?
Banyak dari fasilitas-fasilitas tadi bahkan dilengkapi dengan
instruktur ahli. Menariknya, di lantai ini, mereka memanfaatkan
selasar bibir gedung sebagai area jogging,
ditemani pepohonan rindang layaknya kebun raya. Pohon mangga,
srikaya, dan bunga azalea tertanam di sana. Adakalanya rapat atau
pemaparan klien dilakukan di ruang bioskop mini atau ruang presentasi
layaknya kafe.
![]() |
Kolam renang |
Di
lantai ini disediakan pula musala, perpustakaan, dan dapur dengan
juru masak profesional. Sesekali menu beragam bisa dinikmati
karyawan, misalnya makanan
Thailand. Beberapa chef
profesional dari hotel berbintang diundang meracik makanan. Mereka
percaya, dengan kenyamanan, etos kerja karyawan makin terpacu.
Nasabah atau klien prioritas juga diberi kesempatan merasakan sensasi
melepas penat di kantor ini. “Kami dapat amanah mengelola
‘kesehatan finansial’ klien,” kata Agus. “Nah,
kesehatan fisik dan kenyamanan karyawan juga mesti dijaga, daripada
macet pulang kerja,
mereka bisa santai di kantor. “
![]() |
Dapur |
Lantai-lantai
itu dibeli dari pemilik sebelumnya dengan skema strata
title—kepemilikan
ruang dalam satu gedung, apartemen, atau rusun—lalu menyewa
desainer interior luar untuk memermak kantor itu—termasuk mengubah
lantai 35 yang sebelumnya disewa oleh resto
and lounge
Kampus, yang terkenal dengan suguhan restoran berputar 360 derajat.
Lantai 35-36 ini pun jadi markas Miming Satyono, Founding
Partner
dan CEO Grup Samuel.
![]() |
Bioskop mini |
![]() |
Ruangan CEO dan Founder |
Dengan
sebuah elevator
mini, kami naik ke lantai 8. Di depan kami terpampang lapangan futsal
outdoor
yang sekaligus dipakai untuk hoki lapangan. Di sisi lainnya tersedia
arena games,
golf virtual, dan kamar eksklusif layaknya apartemen bagi klien atau
tamu. Agus dan Ferry pun memamerkan keahlian mereka
bermain
hoki di lapangan futsal tersebut.
“Kapan-kapan tanding futsal dengan Grup Samuel, bagaimana?”
tantangnya. □
Keterangan:
Nama:
Grup Samuel
Lokasi:
Kuningan, Jakarta
Jumlah
karyawan: 200 orang
Terbit
di majalah Bloomberg Businessweek Indonesia, 10
Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar